Pusat Edukasi G1R1J

Materi Lengkap Pencegahan & Pengendalian Demam Berdarah Dengue

Dashboard Utama

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet (rumple lead) positif, bintik-bintik merah di kulit (petekie), mimisan, gusi berdarah dan lain sebagainya.

Faktor-faktor yang berperan terhadap peningkatan kasus DBD antara lain kepadatan vektor, kepadatan penduduk yang terus meningkat sejalan dengan pembangunan kawasan pemukiman, urbanisasi yang tidak terkendali, meningkatnya sarana transportasi (darat, laut dan udara), perilaku masyarakat yang kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan, serta perubahan iklim (climate change).

Pengendalian penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 581/MENKES/SK/VII/1992 tentang Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah dan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 92 tahun 1994 tentang perubahan atas lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 581/ MENKES/SK/1992, dimana menitikberatkan pada upaya pencegahan dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selain penatalaksanaan penderita DBD dengan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan dan sumber daya, memperkuat surveilans epidemiologi dan optimalisasi kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Manajemen pengendalian vektor secara umum diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor.

Mengingat obat dan untuk mencegah virus Dengue hingga saat ini belum tersedia, maka cara utama yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan pengendalian vektor penular (Aedes aegypti). Pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan PSN 3M Plus.

Upaya pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan kegiatan PSN 3M Plus (menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur-ulang/ memanfaat kembali barang-barang bekas) serta ditambah (Plus) seperti : menaburkan larvasida pembasmi jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam pot/vas bunga dan lain-lain. Upaya ini melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait melalui wadah Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) dan kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Oleh karena itu untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian DBD dan mencegah terjadinya peningkatan kasus atau KLB, maka diperlukan adanya Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat agar melakukan PSN dengan 3M plus.

Meningkatnya peran serta keluarga dan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD melalui pembudayaan PSN 3M Plus.

1. Jumantik

Juru pemantau jentik atau Jumantik adalah orang yang melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

2. Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) adalah peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga dalam pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk untuk pengendalian penyakit tular vektor khususnya DBD melalui pembudayaan PSN 3M PLUS.

3. Jumantik Rumah

Jumantik rumah adalah kepala keluarga / anggota keluarga / penghuni dalam satu rumah yang disepakati untuk melaksanakan kegiatan pemantauan jentik di rumahnya. Kepala Keluarga sebagai penanggung jawab Jumantik Rumah. Jumantik rumah memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  • Mensosialisasikan PSN 3M Plus kepada seluruh anggota keluarga/penghuni rumah.
  • Memeriksa/memantau tempat perindukan nyamuk di dalam dan di luar rumah seminggu sekali.
  • Menggerakkan anggota keluarga/penghuni rumah untuk melakukan PSN 3M Plus seminggu sekali.
  • Hasil pemantauan jentik dan pelaksanaan PSN 3 M Plus dicatat pada kartu jentik.
Catatan:
- Untuk rumah kost/asrama, pemilik/ penanggung jawab/pengelola tempat-tempat tersebut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemantauan jentik dan PSN 3M Plus.
- Untuk rumah-rumah tidak berpenghuni, ketua RT bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemantauan jentik dan PSN 3M Plus di tempat tersebut.

Ilustrasi Pemantauan Jentik

Ilustrasi: Memeriksa wadah air dengan senter sesuai tatacara Juknis.

Tatacara dalam melakukan kegiatan pemantauan jentik di rumah adalah sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan dimulai di dalam rumah dan dilanjutkan di luar rumah.
  2. Periksalah bak mandi/WC, tempayan, drum dan tempat-tempat penampungan air lainnya.
  3. Jika tidak terlihat adanya jentik tunggu sampai kira-kira satu menit, jika ada jentik pasti akan muncul ke permukaan air untuk bernafas.
  4. Gunakan senter apabila wadah air tersebut terlalu dalam dan gelap.
  5. Periksa juga tempat-tempat berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk misalnya vas bunga, tempat minum burung, kaleng-kaleng bekas, botol plastik, ban bekas, tatakan pot bunga, tatakan dispenser dan lain-lain.
  6. Tempat lain di sekitar rumah yaitu talang/saluran air yang terbuka/tidak lancar, lubang-lubang pada potongan bambu atau pohon lainnya.
  7. Melakukan pencacatan dan pealporan hasil pemantauan jentik secara berkala setiap seminggu sekali.

1. Pengertian & Tanda Utama

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditandai dengan panas (demam) dan disertai dengan perdarahan.

2. Penyebab

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue (baca: denggi).

3. Penularan

Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes Albopictus yang hidup di dalam dan di sekitar rumah.

4. Cara Penularan
  • Demam berdarah dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina.
  • Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu menggigit/menghisap darah orang yang sakit DBD atau di dalam darahnya terdapat virus dengue, tapi tidak menunjukkan gejala sakit.
  • Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk, termasuk kelenjar liurnya.
  • Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
  • Virus dengue akan menyerang sel pembeku darah dan merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler), akibatnya terjadi pendarahan dan kekurangan cairan bahkan bisa sampai mengakibatkan renjatan (syok).
5. Gejala / Tanda

Gejala/tanda awal: Mendadak panas tinggi, tampak lemah dam lesu. Seringkali ulu hati terasa nyeri, karena terjadi perdarahan di lambung. Tampak bintik-bintik merah pada kulit (petekie) seperti bekas gigitan nyamuk disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler di kulit. Untuk membedakannya kulit diregangkan, apabila bintik merah itu hilang, bukan tanda petekie.

Gejala/tanda lanjutan: Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan). Perdarahan juga bisa terjadi di seluruh jaringan tubuh Tanda perdarahan bisa tampak atau tidak tampak. Mungkin Terjadi muntah atau Buang air besar Bercampur darah. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat meniggal dunia.

6. Pertolongan Terhadap Penderita

Pertolongan Pertama: Beri minum sebanyak banyaknya dengan air yang sudah dimasak seperti air susu, teh atau air minum lainnya. Dapat juga diberikan larutan oralit. Berikan kompres air hangat. Berikan obat penurun panas (parasetamol).

Tindakan Gejala Lanjut: Anjurkan segera untuk memeriksakan ke dokter, poliklinik, puskesmas atau rumah sakit untuk memastikan penyakitnya dan mendapat pertolongan yang tepat.

1. Siklus Hidup
Siklus Hidup Nyamuk

Siklus hidup: Telur -> Jentik -> Pupa -> Dewasa (9-10 hari).

Siklus hidup nyamuk nyamuk penular DBD (Aedes aegypti dan Aedes albopictus) adalah dari telur kemudian menetas menjadi jentik (larva) kemudian berkembang menjadi pupa dan selanjutnya menjadi nyamuk dewasa. Perkembangan dari telur menjadi nyamuk tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 9-10 hari.

2. Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti

Telur: Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan telur kurang lebih sebanyak 100 – 200 butir. Berwarna hitam dengan ukuran sangat kecil kira-kira 0,8 mm. Menempel di tempat yang kering (tanpa air) dan dapat bertahan sampai 6 bulan. Telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu kurang lebih 2 hari setelah terendam air.

Telur Nyamuk

Telur Nyamuk Aedes Aegypti.

Jentik: Tumbuh menjadi besar yang panjangnya 0,5 – 1 cm. Jentik selalu bergerak aktif dalam air. Gerakannya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas kemudian turun kembali ke bawah. Pada waktu istirahat, posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. Setelah 6-8 hari akan berkembang menjadi pupa.

Jentik Nyamuk

Jentik Nyamuk Aedes Aegypti.

Pupa: Berbentuk seperti koma, gerakannya lamban, sering berada di permukaan air. Setelah 1-2 hari berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Pupa Nyamuk

Pupa Nyamuk Aedes Aegypti.

Nyamuk Dewasa: Berwarna hitam dengan belang-belang putih pada kaki dan tubuhnya. Hidup di dalam dan di luar rumah, serta di tempat-tempat umum. Mampu terbang mandiri sampai kurang lebih 100 meter. Hanya nyamuk betina yang aktif menggigit (menghisap) darah manusia pada pagi dan sore hari setiap 2 hari. Umur rata-rata 2 minggu, tetapi ada yang dapat bertahan hingga 2-3 bulan.

Nyamuk Dewasa

Nyamuk Aedes Aegypti Dewasa.

3. Tempat Perkembangbiakan

Berkembang biak di tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari atau barang barang lain yang memungkinkan air tergenang dan tidak beralaskan tanah, misalnya: Bak mandi/WC, dispenser, tempayan, drum, tempat minum burung, vas bunga, kaleng bekas, ban bekas, botol, tempurung kelapa, sampah plastik dan lain-lain.

Upaya pencegahan terhadap penularan DBD dilakukan dengan pemutusan rantai penularan DBD berupa pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kegiatan yang optimal adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara “3 M” plus selain itu juga dapat dilakukan dengan larvasidasi dan pengasapan (foging).

1. PSN dengan 3M Plus
  • Menguras: tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.
  • Menutup: rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air/ tempayan dll.
  • Mendaur ulang: barang barang bekas yang dapat menampung air atau membuang pada tempatnya.

Cara PLUS: Ganti air vas/minum burung seminggu sekali, perbaiki saluran air, tutup lubang pohon dengan tanah, pelihara ikan pemakan jentik (cupang, nila, dll), pasang kawat kasa, jangan menggantung pakaian, tidur gunakan kelambu, atur pencahayaan, gunakan obat anti nyamuk, lakukan larvasidasi, gunakan ovitrap/mosquito trap, gunakan tanaman pengusir nyamuk (lavender, sereh, zodia, dll).

2. Larvasida

Larvasidasi adalah pengendalian larva (jentik) nyamuk dengan pemberian larvasida. Jenisnya antara lain:

  • Temephos: 10 gram untuk 100 liter air. Diulang setiap 2 bulan.
  • Metopren 1,3%: 2,5 gram untuk 100 liter air. Diulang setiap 3 bulan.
  • Piriproksifen 0,5%: 0,25 gram untuk 100 liter air. Bertahan sampai 3 bulan.
  • Bacillus thuringiensis: Aman bagi manusia, formula cenderung cepat mengendap sehingga dianjurkan pemakaian berulang.
3. Fogging (Pengasapan)

Nyamuk dewasa dapat diberantas dengan pengasapan menggunakan insektisida. Namun yang mati hanya nyamuk dewasa saja, jentik nyamuk tidak mati. Selama jentik tidak dibasmi, nyamuk baru akan muncul setiap hari.

“CARA PALING TEPAT MEMBERANTAS NYAMUK ADALAH MEMBERANTAS JENTIKNYA DEGAN KEGIATAN PSN 3M PLUS”